Sabtu, 19 November 2011

Pahami kata "Insya Allah" yang sering Anda ucapkan

Insya Allah. Apa arti sebenarnya dari kata itu?
 
Segala sesuatu yang menyangkut nanti atau besok, tergolong dalam pengertian masa yang akan datang. Selama berkaitan dengan masalah yang akan datang manusia tidak bisa memastikan, kecuali bila dikehendaki Allah.
Allah SWT berfirman: “Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu “Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi”, kecuali dengan menyebut Insya Allah”. (QS. al-Kahfi: 23-24).




Sesuatu yang menyangkut masa yang akan datang, mencakup lima unsur:
  • Pertama: pelaku (subyek)
  • Kedua: yang diperlakukan (obyek)
  • Ketiga: waktu dan tempat kejadian
  • Ke-empat: sebab musabab
  • Kelima: kekuatan dan kemampuan yang diperlukan untuk pelaksanaannya.

Apabila seorang berkata, “Besok saya akan pergi ke tempat bla-bla untuk membicarakan masalah bla-bla-bla”. Orang itu tidak punya jaminan kalau ia akan tetap hidup sampai besok. Begitu juga dengan orang yang akan ditemuinya. Kalau ia esoknya bisa pergi, mungkin waktunya tidak tepat, atau tempatnya berubah, atau mungkin esoknya orang itu tidak berkemampuan (fisik, materi) atau juga berubah niat untuk melaksanakannya.
Jadi, manusia tidak kuasa menentukan kelima unsur itu. Semuanya dikembalikan kepada pengaturnya, yaitu Allah yang Maha Kuasa. Manusia harus menuruti perintahNya, mengucapkan kata Insya Allah, yang artinya Jika Allah Menghendaki atau Mengizinkan. Apabila Allah SWT tidak menghendaki, pasti rencana pun gagal.

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab, Prof. Dr. Mutawalli asy-Sya’rawi, Gema Insani Press hal 23-24.


Kata Insya Allah dulu dan sekarang rupanya ada mengalami pergeseran makna. Walau sesungguhnya dan memang seharusnya maknanya tidak boleh berubah. Namun karena terjadi pergeseran budaya dan perilaku para pemakai kata 'Insya Allah' tersebut maka seolah-olah maknanya bergeser. Padahal tidaklah demikian, dan akan tetap sama maknanya dulu dan sekarang hingga kelak dunia ini berakhir.

Kalau dahulu dan lebih-lebih di zaman Rasulullah kemudian dilanjut dengan para sahabat, kerabat, para jumhur ulama masih memiliki pengaruh kuat dizaman itu, maka kata 'Insya Allah' sesungguhnya  nyaris bermakna atau berarti sebuah 'kepastian' kecuali Allah berkehendak lain. Artinya bahwa begitu beliau-beliau  mengucapkan kata 'Insya Allah' dalam sebuah janji, atau disaat beliau-beliau diminta untuk hadir pada suatu acara tertentu,  maka itu adalah suatu jaminan akan sebuah kepastian bahwa mereka akan datang, mereka akan menghadiri, mereka akan menepati janji apabila di tinjau dari sisi kapasitas mereka selaku 'manusia', terkecuali Allah berkehendak lain barulah hal itu tidak bisa terealisasi.

Namun dimasa sekarang, orang begitu gampang mengucapkan kata 'Insya Allah' sekalipun untuk sesuatu yang sebenarnya sulit untuk ia lakukan baik dipandang secara teknis, waktu, tempat, dan lainnya. Artinya sangat kecil kemungkinannya dapat ia penuhi bahkan cenderung sebagai tameng dari ketidakpastian jawaban dan perilaku atau yang lebih pantas kita sebut "LIER / BOHONG". Bahkan tidak sedikit pula orang yang mengucapkan kata itu sesungguhnya sudah terbesit di dalam hatinya untuk tidak merealisasikan ucapannya itu. Ucapan itu sengaja disampaikan hanya dimaksudkan sekedar untuk pemanis.

Hanya saja, pemanis atau tidak pemanis, dengan ucapan itu tentu orang akan berharap kehadirannya, kedatangannya, ketepatan janjinya, dan lain-lain.

Semestinya agar tidak memberi harapan alangkah baiknya nyatakan saja dengan sejujurnya misalkan: Mohon maaf, saya tidak bisa memenuhi janji karena bla...bla...., sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya. dst. dst.

Namun nyatanya orang tetap mengatakan 'Insya Allah', sekali lagi..., walau untuk sesuatu yang tidak mungkin dapat ia lakukan. Karena dianggapnya bahwa pengertian atau makna kata 'Insya Allah' adalah hanya tergantung sikon dan tergantung perasaan hati belaka, bukan tergantung pada ketentuan Allah.

Mohon maaf kalau cara pandang saya berbeda dengan teman - teman. Akan tetapi belive or not, bahwa perbedaan itu rahmat, iya gak sobat ?

Jumat, 18 November 2011

Dampak Bosan

“Jangan pernah meremehkan kebosanan karena akan membuat  jantung Anda lama kelamaan bisa bermasalah karena kebosanan tersebut. ”

Kita semua pasti pernah merasakan bosan jika harus berada di suatu tempat dalam waktu yang tidak sebentar, tanpa ada hal yang menarik atau kegiatan yang bisa dilakukan.
Walaupun seperti terkesan biasa dan bahkan mungkin sering Anda alami, rasa bosan tetap harus diwaspadai, karena menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Departement of Epidemiology and Public Health, University London, orang-orang yang mengalami kebosanan dalam hidupnya berisiko dua setengah kali lebih besar meninggal akibat masalah pada jantung, dibandingkan mereka yang tidak merasakan kebosanan dalam hidupnya. Apa sebenarnya rasa bosan itu, bagaimana kita harus menghadapinya, dan adakah cara untuk mengatasinya?

Semua Pernah dan Bisa Mengalami Rasa Bosan
Bosan, terjadi ketika kita tidak melakukan apa-apa dalam jangka waktu yang cukup lama atau melakukan sesuatu yang sama selama waktu tertentu tanpa ada perbaikan situasi dan suasana di dalamnya. Seperti yang disampaikan oleh Stephen Vodanovich dari University of West Florida, “Orang yang mudah merasa bosan, biasanya tidak melihat lingkungannya sebagai sesuatu yang menggairahkan, dan tidak memiliki banyak hal untuk dieksplorasi.”Karena itu, orang yang kreatif dan punya banyak minat cenderung tak mudah merasa bosan. ”Mereka bisa menyibukkan dirinya dengan berbagai hal,”
Tapi, bagi Anda yang punya segudang kegiatan, jangan buru-buru senang, karena nyatanya kebosanan pun bisa terjadi saat kita berkegiatan.

Pekerjaan yang bisa diselesaikan tanpa harus banyak berpikir atau sebaliknya pekerjaan yang terlalu rumit, keduanya bisa menyebabkan kebosanan. ”Yang biasa disebut sebagai tugas yang membosankan adalah pekerjaan yang membutuhkan usaha keras untuk mempertahankan fokus dan perhatian,”

Bosan Yang Patologis
Otto Fenichel, seorang psikoanalisis dari Austria meyakini bahwa kebosanan terjadi karena dorongan hati, hasrat, dan keinginan yang terus menerus ditekan, dan hasrat yang tertahan ini bisa berubah menjadi perasaan tak punya tujuan hidup.
Kebosanan jenis ini, yang terjadi terus-menerus, dan menjadi bagian hidup, perlahan bisa ”menyedot habis” hidup kita,
”Rasa bosan baru menjadi sesuatu yang mengganggu ketika kita dalam keadaan tak berdaya untuk mengubah suasana/obyek yang menimbulkan rasa bosan. Perasaan tidak berdaya inilah yang mengganggu baik jiwa maupun tubuh,”
Untuk mencegah munculnya efek buruk itu semua, maka kita harus menghindari rasa bosan. Salah satu hal yang membuat seseorang merasa tak berdaya untuk mengubah sesuatu yang membuatnya bosan adalah karena merasa terikat pada nilai / keyakinan tertentu. ”Agar bisa terbebas dari perasaan tak berdaya, maka ia harus berdamai dengan nilai yang dianutnya itu. Apakah masih cocok digunakan atau bisa ditinggalkan dahulu,”

Strategi yang paling tepat untuk menghindarkan diri dari kebosanan adalah dengan menyempatkan diri untuk berefleksi, mencari tahu hal-hal yang paling membuat Anda tertarik, bersemangat, dan ingin tahu. Intinya ada pada diri anda sendiri bagaimana membuat hidup anda tidak akan merasakan suatu kebosanan yang tentunya disertai dengan aktivitas yang anda lakukan haruslah selaras dengan diri anda dan tidak membosankan bagi anda sendiri.

Minggu, 13 November 2011

Apakah Indonesia masih pantas menjadi tuan rumah SEA GAMES ditahun mendatang?

Apakah Indonesia masih pantas menjadi tuan rumah SEA GAMES ditahun mendatang?

  
Saat ini saya sebagai warga negara Indonesia malu, walaupun saya tidak ada sangkut pautnya dengan urusan negara apalagi Sea Games. boro boro jadi panitia ato jadi Atlitnya. tukang sapupun bukan. Tapi secara general saya sebagai warga negara berhak memberi penilaian terhadap kinerja pemerintah. yaaaahhh syukur kalo didengar.

1 hari sebelum sea games dimulai saya sempat tuh nonton tv, ada bapak mentri berkunjung ke palembang trus dia bilang " Semua sudah bagus, semua sudah siap, tinggal beberapa tempat lagi yang mesti diperbaiki, besok semua sudah rampung dan bisa digunakan ". Ehhh kenyataannya berbeda pada hari H nya ternyata tempatnya belum siap trus reporter tv nanya nie ke bapak tukang " pak, kira-kira berapa lama lagi ini selesai ? " dengan polos dan lugu bapak tukang menjawab " masih lama ini mbak klo semuanya mungkin sekitar 1 bulan lagi ! " Toenkkkkkkk toenkkkk jadi apa gunanya pak mentri kesana ? Tamasya ? lah wong jar ne pak mentri wes siap di gawe ! piye iki pak ?

Bayangkan ruang tunggu atlit cuma terbuat dari tenda tok... Hadehhhh emang bener bener gak siap. Padahal inikan ajang Internasional semua mata memandang ke negara kita. Come on..... dimana letak kesiapannya ? jangankan itu wisma atlit yang katanya habisnya Milyaran ropeahhhh masa cuma terbuat dari trilpleks, busyet dah kaya apa mau istirahat tuh atlit ? Padahal harus istirahat yang cukup demi membela negara kita tercinta namun gak sepadan dengan fasilitas yang dikasih oleh pemerintah.

Sedih bro, gak habis pikir negara kita kok bisa amburadul gini yach ? kalo gak siap gak usah maksain dech, sono masih banyak PR yang mesti diurus, tuh masih banyak adik adik dan saudara kita tidur dan tinggal dijalanan mengais makanan dari bak sampah.

Kemana Pajak yang selama ini kita bayar ? gempar gempur warga negara yang baik malu gak bayar pajak ! ya gimana kita gak males bayar pajak lah wong duitnya gak tau lari kemana ? bayangkan saja di Kalimantan saja khusus daerah pertambangan rata-rata 1 karyawan itu pajak penghasilannya berkisar antara 200 - 300 ribu perbulan dikali sekitar 10.000 karyawan belum yang di pulau lain. Akses jalan raya aja bolong-bolong. Soooo Kemana dimana kemana ?????? ( Ayu ting ting mode on ). Hanya anda pembaca yang bisa menilai semua.


berikut sedikit berita yang saya dapat dari BBC Indonesia.

"Buruknya persiapan membayangi SEA Games," begitu berita di New Straits Times, Malaysia, salah satu negara peserta dalam pesta olahraga yang dibuka pekan ini.
Indonesia sudah empat kali menjadi tuan rumah SEA Games namun kali ini cukup mengejutkan karena fasilitas di Palembang masih belum siap 78 jam sebelum pertandingan dimulai, kata New Straits Times di kolom pendapatnya.
Berita terkait

Salah satu alasan Palembang dipilih adalah untuk mempromosikan kota itu sebagai tujuan wisata namun hal ini bisa menjadi bumerang bila mendapat penilaian buruk dari para atlet, tambah harian itu.

Sementara itu Bangkok Post juga mengangkat hal yang sama melalui pernyataan Wakil Presiden Komite Olimpiade Thailand.

"Kota-kota tuan rumah (Jakarta dan Palembang) tampaknya tidak siap untuk pelaksanaan Games karena buruknya komunikasi dan kerjasama antara Jakarta dan Palembang," kata Charoen Wattanasin.

Penyelenggaraan SEA Games ini sebelumnya sudah diwarnai dengan kontroversi menyangkut dugaan korupsi terkait fasilitas wisma atlet untuk pesta olahraga ini oleh mantan Bendahara Partai Demokrat Muhamad Nazarudin.

Terkait kasus ini, Nazaruddin kembali mengulangi tuduhan yang melibatkan ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum dalam skandal korupsi menyangkut fasilitas SEA Games ini.

Pihak penyelenggara menekankan SEA Games akan sukses.








Gimana mau sukses belum dimulai aja sudah dikorupsi duluan !!! peace.
Apa komentar Anda terkait persiapan penyelenggaraan pesta olahraga ini ?

Ane minta maaf kalo ada yang gak berkenan dengan oretan Ane, yakinlah ini semua tujuannya untuk Indonesia yang lebih baik. Thanks.

Sabtu, 12 November 2011

Tindak kejahatan yang dapat dimaklumi hanya di Indonesia

Share from KasKus writen by hayha
 
 
Exclamation Tindak kejahatan yang dapat dimaklumi hanya di Indonesia

I LOVE INDONESIA

"Kejahatan" ini sering kita jumpai, sangat Indonesia banget;

1. Pembajakan

Studi IDC menyebutkan tingkat pembajakan di Indonesia dialami sebesar 85% dengan potensi kerugian sebesar US$544 juta pada 2008. Jika dibandingkan 2007 naik sebesar 1% dari 84% dengan potensi kerugian sebesar US$411 juta. Dengan hasil 85% tersebut, Indonesia berada di posisi ke-12 dari 110 negara di dunia yang menjadi subjek penelitian. Persentase Indonesia ini sama dengan Vietnam dan Irak.

2. Pelangaran lalu lintas "yang ringan-ringan"

Tingginya pelanggaran lalu lintas bisa dilihat dari angka pelanggaran yang terus meningkat. Data di Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya tercatat catat 589.127 kasus selama tahun 2008 hingga awal 2009, atau rata-rata sehari sekitar 1.000 lebih terjadi pelanggaran. Dari angka tersebut, sekitar 60% dilakukan pengendara sepeda motor, 30% angkutan umum baik Mikrolet, Bis, Metromini dan lainnya, 10% sisanya mobil pribadi. Angka pelanggaran yang tercatat di kepolisian tersebut jauh lebih rendah dari yang sesungguhnya.

3. Pernikahan di bawah Umur

Laporan Pencapaian Millennium Development Goal’s (MDG’s) Indonesia 2007 yang diterbitkan oleh Bappenas menyebutkan, bahwa Penelitian Monitoring Pendidikan oleh Education Network for Justice di enam desa/kelurahan di Kabupaten Serdang Badagai (Sumatera Utara), kota Bogor (Jawa Barat), dan Kabupaten Pasuruhan (Jawa Timur) menemukan 28,10% informan menikah pada usia di bawah 18 tahun. Mayoritas dari mereka adalah perempuan yakni sebanyak 76,03%, dan terkonsentrasi di dua desa penelitian di Jawa Timur (58,31%).

Angka tersebut sesuai dengan data dari BKKBN yang menunjukkan tingginya pernikahan di bawah usia 16 tahun di Indonesia, yaitu mencapai 25% dari jumlah pernikahan yang ada. Bahkan di beberapa daerah persentasenya lebih besar, seperti Jawa Timur (39,43%), Kalimantan Selatan (35,48%), Jambi (30,63%), Jawa Barat (36%), dan Jawa Tengah (27,84%).

4. Main Hakim Sendiri


Sebagai illustrasi kasus dapat kita segarkan kembali ingatan kita pada peristiwa hukum main hakim sendiri, antara lain : Perististiwa Pembunuhan dukun santet di Jawa-Timur, lebih kurang 200 orang dieksekusi mati tanpa proses hukum ; Komplik di Sambas dan Poso di Sulawesi ; Kerusuhan di Maluku ; Kekerasan di NAD ; Pengrusakan beberapa toko, kios dan rumah oleh mereka yang diketahui berpakaian ninja di DIY ; dan yang paling pahit untuk dikenang adalah perkelahian antara sesama anggota DPR RI pada pembukaan sidang tahunan 2001 pada tanggal 01 Nopember 2001 yang langsung disaksikan oleh ratusan juta rakyat Indonesia melalui layar kaca.

Semua fenomena tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat kita cenderung menyiapkan kekuatan phisik sebagai langkah antisipasi dalam menyelesaikan setiap masalahnya ketimbang menggunakan jalur hukum yang mereka nilai tidak efektif. Budaya main hakim sendiri pada perkembangannya akan melahirkan cara-cara lain seperti teror baik dengan sasaran psikologis maupun phisik, atau yang lebih halus seperti intimidasi, pembunuhan karakter dan lain sebagainya.

5. Buang Sampah Sembarangan


Pemandangan yang namanya sampah itu sudah merupakan kenyataan sehari-hari. Banyak orang membuang sampah sembarangan, dari yang berpendidikan tinggi sampai yang rendah, dari yang kaya sampai yang miskin, dari mereka yang (maaf) menjabat sampai yang tidak menjabat. Sampai-sampai ada orang yang menyatakan bahwa buang sampah sembarangan sudah menjadi tradisi atau budaya.

Yah, memang masalah sampah bagaikan lingkaran setan yang tidak ada putus-putusnya. Penanganan sampah gampang-gampang susah. Gampang jika kita semua sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Gampang jika fasilitas persampahan untuk cukup dan terpelihara. Gampang jika semua aturan mengenai persampahan ditegakkan. Gampang jika semua petugas bekerja penuh semangat. Susah, ya jika sebagian besar masyarakat suka buang sembarangan. Susah jika aturan tidak ditegakkan. Susah kalau fasilitas tidak cukup dan tidak dipelihara. Susah kalau kita saling tuding, saling menyalahkan, saling berlepas diri.

6. Pemukiman di sembarang Tempat


Pengaruh pertambahan penduduk di lingkungan perkotaan terhadap kehidupan masyarakat, dapat bersifat positif bersifat negatif. Yang paling banyak disoroti oleh para perencana kota adalah pengaruh negatif pertambahan penduduk, antara lain terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Disamping itu, Mc Gee (1971) memandang bahwa perpindahan penduduk ke kota sering mengakibatkan urban berlebih yang pada akhirnya menimbulkan banyak masalah yang berhubungan dengan pengangguran, ketidakpuasan di bidang sosial dan ekonomi. Contoh : Pemukiman di pinggir kali, di sekitar rel kereta api, dll.

7. Diskriminasi dan Sara

Sampai saat ini para pelaku diskriminasi dan SARA masih terbilang kurang terkena dampak hukum di Indonesia, makanya bisa dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan. Tragedi 13-15 Mei 1998 yang terjadi merupakan peristiwa politik yang sadis, kejam dan melanggar Hak Asasi Manusia. Tragedi tersebut tentunya tidak berhenti hanya sebagai problematika rasial, tapi telah menjadi momentum pembenaran bagi lahirnya peristiwa kekerasan-kekerasan berikutnya. Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II, Ketapang, Kupang, Aceh, Maluku, Papua, Kalimantan Barat, Poso, Makassar, Medan, Mataram, Yogyakarta, Yayasan Doulos, Banyuwangi, dan banyak lagi lainnya, hanya dilihat sebagai peristiwa politik yang layak disesalkan, tapi tidak untuk dituntaskan penyelesaian hukumnya.

8. Pengemis


Tindakan tegas yang dilakukan Dinas Sosial terhadap pemberi sedekah kepada pengemis di jalan sesuai dengan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Sanksi yang tercantum dalam perda cukup berat, kurungan tiga bulan atau denda maksimal Rp 20 juta. Dan untuk si pemberi sedekah akan didenda Rp 300 ribu.Operasi penertiban sosial sudah menjadi agenda Dinas Sosial dalam menekan angka pengemis jalanan yang terus meningkat tiap tahunnya, terutama menjelang puasa dan Lebaran.

9. Kelakuan Para Pejabat

Contoh : Sebanyak 75 mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta masa jabatan 2004-2009 belum dikembalikan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Padahal, para wakil rakyat itu sudah mengakhiri masa jabatannya pada Selasa (25/8). Para anggota Dewan kecuali empat pimpinan Dewan diberi fasilitas berupa mobil dinas Toyota Altis tahun 2007. Mobil itu dibeli dengan menggunakan APBD DKI dan berfungsi sebagai mobil operasional. Jadi, begitu anggota Dewan berhenti, mereka wajib mengembalikan mobil tersebut.

Masih banyak lagi sebenarnya seperti : Tidur saat rapat paripurna, kasus suap dan korupsi, berkelahi sampai video porno, kalau semuanya dibahas satu persatu tidak akan cukup. Setidaknya itulah gambaran negatif kelakuan para pejabat yang tidak perlu ditiru.

Mari ikut memajukan Indonesia Tercinta ini Dimulai dari diri kita sendiri.

Kamis, 10 November 2011

Sedikit Informasi Tentang Kuta Bali



Sedikit Informasi tentang Kuta Bali


Kuta merupakan tempat menarik, terletak di Kecamatan Kuta sebagai salah satu kecamatan di Kabupaten Badung, Bali, sekitar 10 menit dari bandara. Terletak pada bagian selatan dari pulau dan terkenal dengan pantai berpasir putih, tempat yang tepat untuk berselancar dan untuk melihat matahari terbenam. Kuta telah dikenal oleh wisatawan di seluruh dunia, yang ingin menghabiskan masa liburan mereka di pulau dewata sambil bersantai di sepanjang pantai berpasir putih. Kuta selalu sibuk dan sesak selama Juni sampai September karena ada beberapa masa liburan.

Kuta menyediakan berbagai pilihan kegiatan wisata dan fasilitas termasuk besar mal, toko-toko seni, restoran, pasar tradisional setempat, olahraga air Rekreasi, klub malam dan masih banyak lagi. Ini adalah surga belanja untuk lokal maupun pengunjung di seluruh dunia. Anda dapat mencoba keterampilan menawar Anda untuk berhadapan dengan pedagang lokal untuk menawar sesuatu yang mungkin ingin dibeli. Selain itu Anda dapat berinteraksi dengan masyarakat setempat, untuk melihat karya seni dan juga melihat bagaimana mereka menyiapkan persembahan.

Akomodasi

Pilihan akomodasi termurah dari Losmen, rumah tinggal untuk bintang lima dapat ditemukan di sekitar Kuta. Di sekitar jalan Legian, jalan Poppies dan jalan Benesari, Anda dapat menemukan hotel murah dari serendah-rendahnya RP 100.000 per kamar per malam. Tetapi jangan lupa untuk memilih hotel dengan fasilitas yang baik dan terawat dengan baik. Sebagian besar akomodasi atau Losmen murah di Kuta tidak menyediakan handuk mandi, tisue WC dan sabun.
Jika Anda memiliki lebih banyak anggaran untuk liburan di Bali maka kami sarankan untuk menginap di hotel dengan standar baik seperti Harris Resorts Kuta, Adhi Jaya Hotel, Inna Kuta Beach, Jayakarta Bali Beach Resort, Residence & Spa, Alam Kulkul Boutique Resort, dll.

Restoran dan Hiburan

Ada ratusan restoran dan kafe di sekitar Kuta. Kuta memiliki pasar malam di ujung selatan. Anda dapat menikmati makanan segar dan hanya membayar sekitar Rp.13.000. Malam di kuta sangat menarik bagi wisatawan remaja, populer dengan bar dan klub seperti hard rock dan lain-lain

Bagaimana menuju ke sana

Kuta berada dalam posisi yang strategis di antara Tuban Legian di selatan dan utara. Maka itu, Kuta mudah diakses dari mana-mana dari Bali. Kita dapat menggunakan transportasi umum seperti bemo dan taksi dari Denpasar.

Selengkapnya, silahkan kunjungi: Kuta Bali